29.1 C
Banjarmasin
Selasa, Januari 13, 2026

Gempa 6,5 Magnitudo Guncang Simeulue, Sejumlah Bangunan Rusak dan 12 Orang Terluka

Artikel Menarik

Aceh, Sapalah.com – Gempa bumi berkekuatan 6,5 Magnitudo mengguncang Kabupaten Simeulue, Aceh, Kamis (27/11/2025). Guncangan ini mengakibatkan sejumlah bangunan rusak dan 12 orang terluka.

Gempa terjadi pada pukul 12.10 WIB. Episenter gempa terletak sekitar 55 kilometer (km) barat daya Sinabang, Aceh, pada koordinat 2,43° Lintang Utara dan 95,87° Bujur Timur dengan kedalaman 10 km.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, gempa ini diikuti sembilan kali gempa susulan. Meskipun gempa susulan lebih kecil, guncangan tetap dirasakan masyarakat setempat.

”Guncangan ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas publik, robohnya beberapa bangunan, serta kebakaran pada gudang penyimpanan minyak tanah milik warga,” kata Muhari dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).

Menurut Muhari, gempa ini juga menimbulkan korban luka-luka sebanyak 12 orang, yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Aceh, antara lain Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Tenggara, dan Simeulue.

”Sebagian besar korban luka-luka tertimpa reruntuhan bangunan. Hingga laporan ini disusun, jumlah korban dan pengungsi masih dalam pendataan, sementara kerugian materiil serta kerusakan fasilitas publik juga masih dievaluasi,” ujarnya.

Ia menyatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue bersama instansi terkait telah mengambil langkah-langkah tanggap darurat, antara lain melakukan koordinasi lintas instansi, meninjau langsung lokasi terdampak, dan melakukan pendataan.

Dalam menghadapi gempa bumi dan potensi bencana susulan, BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menyiapkan rencana evakuasi keluarga, mengamankan benda-benda yang mudah jatuh atau terbakar, dan mengutamakan keselamatan diri.

”Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan pemerintah daerah dan petugas BPBD, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta terus memantau kanal resmi BNPB dan BMKG untuk mendapatkan informasi terkini terkait gempa bumi dan potensi tsunami,” katanya.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menyebutkan, gempa yang terjadi di Simeulue merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

”Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” katanya.

Gempa ini dirasakan di Simeulue dengan skala intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity); Aceh Selatan dengan skala intensitas III-IV MMI; Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tenggara, Abdya, Singkil dengan skala intensitas III MMI; Kabanjahe, Berastagi, Tiganderket, Pidie, Lhokseumawe dengan skala intensitas II-III MMI; serta Medan dan Silangit dengan skala intensitas II MMI.

”Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Daryono. (*/JY)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini