Samarinda, Sapalah.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai pemangkasan bantuan pendidikan Gratispol menjadi maksimal Rp 5 juta adalah hoaks.
Sebelumnya beredar informasi yang menyebut pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) berdampak pada pengurangan nilai bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi Kaltim sekaligus Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Muhammad Faisal membantah informasi tersebut. ”Ini jelas hoaks,” katanya dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).
Ia memastikan bahwa program Gratispol Pendidikan tetap berjalan seperti biasa tanpa ada pengurangan. Bahkan, cakupannya terus diperluas agar bisa menyentuh seluruh mahasiswa Kaltim.
Menurut Faisal, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan anggaran untuk program Gratispol Pendidikan tahun 2026. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 1,38 triliun.
Rinciannya, Gratispol S1 sebesar Rp 1,18 triliun, Gratispol S2 dan S3 Rp 133,67 miliar, Gratispol Luar Kaltim Rp 12,87 miliar, Gratispol Luar Negeri Rp 14,84 miliar, Gratispol Khusus Rp 34,51 miliar, dan operasional Tim Gratispol Rp 2,57 miliar.
”Angka ini menegaskan bahwa Pemprov Kaltim tidak melakukan pemangkasan terhadap program unggulan bidang pendidikan tersebut,” ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Dasmiah menjelaskan bahwa batas atas bantuan UKT sudah diatur jelas dalam petunjuk teknis (juknis) dan tidak pernah berubah.
Adapun juknisnya, untuk Sosial/Humaniora maksimal sebesar Rp 5 juta, Eksakta maksimal Rp 7 juta, Farmasi maksimal Rp 8 juta, Kedokteran maksimal Rp 15 juta, S2 maksimal Rp 12 juta, dan S3 maksimal Rp 15 juta.
”Batas atas ini bukan kebijakan baru, melainkan aturan yang sudah berlaku sejak awal program,” katanya.
Dasmiah mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama dari akun-akun media sosial yang tidak memiliki kredibilitas.
Pemprov Kaltim memastikan akan terus memberikan layanan pendidikan terbaik, termasuk menjaga keberlanjutan program Gratispol Pendidikan yang menjadi kebanggaan daerah.
”Prinsipnya, Gratispol tetap jalan tanpa berkurang. Bahkan, cakupannya kini semakin luas hingga menyasar semua mahasiswa,” ujarnya. (*/SM)









