32.1 C
Banjarmasin
Kamis, Januari 15, 2026

Harbolnas 2025 untuk Memacu Pertumbuhan Ekonomi Digital di Indonesia

Artikel Menarik

Jakarta, Sapalah.com – Pemerintah meluncurkan program Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2025 di Pusat Perbelanjaan Gandaria City, Jakarta, Kamis, (4/12/2025). Harbolnas diharapkan dapat menjadi motor pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus penguatan ekosistem perdagangan digital nasional.

Harbolnas merupakan program kolaboratif antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Program ini turut didukung Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, Harbolnas menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun 2025.

”Program ini tidak hanya dipandang sebagai perayaan belanja, tetapi juga sebagai momentum strategis yang berperan sebagai stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun,” ujarnya.

Budi menyampaikan, apresiasi kepada seluruh platform niaga elektronik (e-commerce), pelaku usaha, dan mitra pemerintah yang telah mendukung berkembangnya perdagangan melalui sistem elektronik.

”Harbolnas, bukan sekadar festival belanja, tetapi instrumen strategis untuk memperkuat daya beli masyarakat, meningkatkan kontribusi produk lokal, serta memperluas akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia,” katanya.

Pelaksanaan Harbolnas mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik.

Tahun ini, Harbolnas akan berlangsung pada 10-16 Desember 2025, dengan enam hari khusus menampilkan produk lokal. Pemerintah menargetkan nilai transaksi mencapai Rp 33-34 triliun, atau tumbuh 10 persen dari capaian sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 31,2 triliun.

Tahun ini, penjualan produk lokal juga ditargetkan mencapai Rp 17 triliun, serta ditargetkan melibatkan setidaknya 1.000 UMKM.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah bersama idEA telah menyiapkan rangkaian kegiatan, termasuk program ”Road to Harbolnas”. Program tersebut merupakan pembekalan 500 UMKM dengan pelatihan digital, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, dan berbagai platform e-commerce guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Budi berharap, Harbolnas menjadi momentum besar untuk memperkuat kepercayaan masyarakat pada produk buatan Indonesia sekaligus menciptakan efek berganda bagi sektor transportasi, logistik, dan industri pendukung lainnya.

”Pemerintah memastikan sinergi lintas kementerian dan sektor industri akan terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi digital nasional,” ujarnya.

Peluncuran program Harbolnas 2025 turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Hilmi Adrianto, serta perwakilan Kementerian UMKM.

Mengungkit daya beli

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap Harbolnas menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada Desember ini. Program ini juga sejalan dengan pelaksanaan program EPIC Sale dan BINA Great Sale yang secara keseluruhan menargetkan total belanja masyarakat hingga Rp 110 triliun.

”Target spending (pembelanjaan) di bulan Desember Rp 110 triliun. Harapannya bisa mengungkit daya beli. Melalui kombinasi program belanja tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat menjelang akhir tahun dapat meningkat signifikan. UMKM juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan produksi dan memperluas pasar,” katanya.

Salah satu pelaku UMKM yang hadir pada peluncuran Harbolnas, Aulia dari Mbrebes Mili menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk kembali berpartisipasi dalam Harbolnas. Tahun ini menjadi keikutsertaan kedua kalinya. Sebelumnya, ia berpartisipasi pada Harbolnas 2024.

”Saya berharap pelaksanaan Harbolnas 2025, khususnya pada puncak kegiatan 12.12, dapat berjalan lancar dan mampu menarik lebih banyak pembeli,” ucapnya.

Rara, pelaku UMKM lainnya dari Kaingara RTW, berharap keikutsertaan di Harbolnas 2025 dapat memperluas jangkauan produknya. ”Saya optimistis ajang Harbolnas dapat berlangsung meriah dan mendorong lebih banyak masyarakat untuk memilih serta membeli produk lokal,” ujarnya. (*/SM)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini