Banjarmasin, Sapalah.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata kembali menggelar Banua Creative Festival 2025. Festival yang digelar sejak 2023 ini merupakan gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan.
Banua Creative Festival (BCF) 2025 diadakan di Gedung Sultan Suriansyah, Kota Banjarmasin, 5-7 Desember 2025. Selama tiga hari penyelenggaraannya ada beragam agenda, mulai dari program seni, diskusi kreatif, hingga pertunjukan hiburan.
Gubernur Kalsel Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin mengatakan, BCF tahun ini mengusung tema ”Titik Kumpul”. Ini dimaknai sebagai ruang pertemuan seluruh unsur ekonomi kreatif, mulai dari komunitas, pelaku UMKM, seniman, akademisi, pemerintah, investor, hingga masyarakat luas.
”Tema ini menegaskan bahwa keberlanjutan ekonomi kreatif hanya dapat dibangun melalui kebersamaan. Energi kreatif yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri harus dirajut menjadi kekuatan kolektif yang lebih besar,” katanya saat membuka BCF 2025 di Banjarmasin, Jumat (5/12/2025).
Menurut Syarifuddin, BCF adalah ruang temu strategis bagi elemen kreatif untuk merayakan karya, berbagi gagasan, memperkuat identitas lokal, dan menciptakan kolaborasi lintas sektor.
”Festival ini adalah momentum untuk menegaskan bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar sektor alternatif, melainkan salah satu motor pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Iwan Fitriady menambahkan, BCF 2025 menghadirkan berbagai rangkaian acara, di antaranya IdeaForum, diskusi kreatif melibatkan unsur hexahelix, Banua Craft, pameran produk unggulan ekonomi kreatif, Layar Film Banjar, dan pemutaran film pilihan Banua berjudul Tertawa Ria.
Selain itu, ada juga pertunjukan stand-up comedy komika Banua, Rupa-Rupa Seni Rupa, apresiasi seni rupa tradisional dan kontemporer, sound on, pertunjukan musik dari band lokal, dan masih banyak lagi.
”Banua Creative Festival diharapkan menjadi wadah pertemuan, kolaborasi, dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kalsel,” katanya.
Iwan menyebutkan, sebanyak 17 subsektor ekonomi kreatif dilibatkan dalam festival tahun ini. Berdasarkan data aplikasi tiket online, tercatat lebih dari 7.000 pengunjung telah mendaftar untuk menghadiri acara selama tiga hari pelaksanaan.
”Tahun ini kita mengangkat tema ‘Titik Kumpul’, menegaskan bahwa setiap ide membutuhkan ruang, setiap karya perlu dijembatani, dan setiap komunitas memerlukan jejaring yang kokoh,” ujarnya. (*)









