30.1 C
Banjarmasin
Kamis, Januari 15, 2026

Meratus Geopark Run 2025 Promosikan Olahraga dan Kelestarian Alam Kalsel

Artikel Menarik

Banjarbaru, Sapalah.com – Ribuan pelari meramaikan Meratus Geopark Run 2025 di kawasan Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Sabtu (6/12/2025). Ajang ini tidak sekadar untuk mempromosikan olahraga lari, tetapi juga untuk mempromosikan kelestarian alam Kalimantan Selatan.

Meratus Geopark Run 2025 merupakan sebuah ajang lari bertema lingkungan yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan. Ajang lari yang memasuki edisi tahun kedua ini menghadirkan dua kategori, yakni 5K dan 10K.

Gubernur Kalsel Muhidin, yang diwakili Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz melepas ribuan pelari dengan pengibaran bendera start. Turut mendampinginya Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono dan Kepala Seksi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid.

Pebriadin Hapiz mengatakan, Meratus Geopark Run bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam.

Event ini tidak sekadar ajang olahraga, tetapi juga momentum untuk memperkuat kampanye pelestarian lingkungan dan mempromosikan kekayaan alam Banua, Kalimantan Selatan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap Geopark Meratus, yang kini telah menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark.

”Kita patut berbangga karena Meratus Geopark telah menjadi kebanggaan tidak hanya bagi masyarakat Kalimantan Selatan, tetapi juga Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Pebriadin berharap Meratus Geopark Run dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang, bahkan kelak bisa menjangkau level internasional dan kategori jarak yang lebih panjang.

“Mudah-mudahan event ini semakin baik, pesertanya semakin banyak, bahkan nantinya dapat diikuti pelari dari luar negeri hingga menjadi level maraton,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan peserta untuk menikmati keindahan alam sekaligus menjaga kelestariannya.

”Mari kita jaga kelestarian Meratus. Alam adalah amanah untuk anak cucu kita, agar mereka kelak tetap dapat merasakan udara segar dan ekosistem yang terjaga,” katanya.

Budiono mengapresiasi tingginya minat masyarakat terhadap gelaran Meratus Geopark Run, yang memadukan olahraga lari dengan nuansa alam di Kebun Raya Banua.

”Hari ini luar biasa. Kalau melihat antusiasmenya, peserta hampir 2.000-an. Panitia melaporkan sekitar 1.700-1.800 peserta. Namun, banyak juga yang ikut berlari meski kuota sudah habis karena sifatnya fun run,” ujarnya.

Menurut Budiono, daya tarik utama event Meratus Geopark Run adalah pengalaman baru berlari di tengah kawasan Kebun Raya Banua.

”Biasanya lari dilakukan di trek jalan raya. Kali ini berbeda, karena peserta merasakan atmosfer alam Kebun Raya Banua, dan itu menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.

Budiono menilai kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan ruang terbuka hijau membuat ajang ini diminati berbagai kalangan, mulai dari komunitas lari hingga masyarakat umum.

Sejak pagi, kawasan Kebun Raya Banua dipadati peserta dari berbagai daerah. Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa di sepanjang rute, yang memadukan jalur taman, pepohonan rindang, dan lintasan terbuka.

Event ini diharapkan menjadi pemantik semangat masyarakat Kalimantan Selatan untuk terus aktif berolahraga sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, khususnya kawasan Meratus sebagai warisan alam dunia,” katanya. (*)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini