30.1 C
Banjarmasin
Kamis, Januari 15, 2026

Stroke Sebabkan 350.000 Kematian Per Tahun, Jakarta Jadi Pelopor Penanganan Cepat

Artikel Menarik

Jakarta, Sapalah.com – Kementerian Kesehatan mengungkapkan penyakit stroke menjadi penyebab 350.000 kematian setiap tahun di Indonesia. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta menjadi pelopor penanganan cepat stroke melalui inovasi layanan kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan pernyataan tersebut dalam peluncuran Jakarta Siaga Stroke 2026, sebuah program percepatan penanganan darurat stroke yang dicanangkan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61 di Jakarta, Jumat (5/12/2025).

”Tingginya beban stroke itu, baik dari sisi kematian maupun kecacatan jangka panjang. Stroke menyebabkan lebih dari 350.000 kematian setiap tahun,” ujarnya.

Dante mengatakan, pasien yang selamat pun berisiko mengalami kecacatan permanen, sehingga penanganan cepat menjadi kunci. Keberhasilan penyelamatan pasien sangat ditentukan oleh golden period (waktu kritis dalam penanganan pasien stroke), yaitu 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.

Golden period stroke hanya 4,5 jam, yakni dimulai dari gejala sampai ditangani dengan masuknya obat,” katanya.

Dante menilai posisi Jakarta sebagai smart city (kota cerdas) menjadikan daerah ini strategis untuk memelopori respons cepat kejadian stroke.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, program siaga stroke dipilih karena relevansinya dengan situasi kesehatan masyarakat saat ini.

”Stroke adalah penyebab kematian tertinggi di Indonesia,” ujarnya.

Untuk memperkuat respons, Pemprov DKI menggerakkan 584 anggota pasukan putih yang sebelumnya membantu disabilitas dan lansia.

”Ibu Kepala Dinas Kesehatan (Ani Ruspitawati) saya perintahkan agar pasukan putih membantu penanganan stroke. Karena golden period 4,5 jam itulah yang dibutuhkan,” kata Pramono.

Inovasi JakSimpus

Dalam kesempatan yang sama, Pemprov DKI juga meluncurkan Jakarta Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (JakSimpus). Sistem digital ini bertujuan untuk menyederhanakan proses laporan dan meningkatkan efisiensi layanan.

Dante menyambut baik inisiatif tersebut. Ke depan, ia berharap JakSimpus dapat diintegrasikan dengan platform nasional SatuSehat.

”Kita mengidentifikasi ada ratusan laporan yang harus diisi petugas kesehatan. Ini disimplifikasi dengan JakSimpus,” katanya.

Ia berharap kedua inovasi Pemprov DKI (Jakarta Siaga Stroke dan JakSimpus) dapat menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat stroke.

”Jakarta bisa ditiru daerah lain untuk melakukan program-program inovatif seperti ini,” ujarnya. (*/SM)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini