30.1 C
Banjarmasin
Jumat, April 3, 2026

Luas Karhutla di Kalbar Capai 435.578 Hektar, 11 Kabupaten dan 2 Kota Terdampak

Artikel Menarik

Pontianak, Sapalah.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat melanda 11 kabupaten dan 2 kota. Hasil pendataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sepanjang Januari hingga 11 Februari 2026, total luasan terdampak mencapai 435.578 hektar.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebutkan, sebaran wilayah terdampak karhutla di Kalbar meliputi Kota Singkawang, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Mempawah, Sintang, Melawi, Kayong Utara, Ketapang, Sanggau, Bengkayang, Landak, dan Sekadau.

Adapun, rincian luasan terbakar di Kabupaten Mempawah sebesar 157 ha, Sambas (139,7 ha), Kubu Raya (101,7 ha), Ketapang (17,1 ha), Kayong Utara (14,58 ha), Sanggau (3,5 ha), Melawi (1 ha), dan Kota Singkawang (1 ha). Sementara itu, di beberapa wilayah lainnya masih dalam proses pendataan.

”Dari total luasan tersebut, hingga Rabu (11/2/2026), pukul 10.00 WIB, luasan terbakar kurang lebih 235.331 ha telah berhasil dipadamkan melalui upaya terpadu lintas sektor. Proses pemadaman dan pendinginan juga masih terus dilakukan di sejumlah titik,” katanya.

Pada pembaruan data terakhir, menurut Muhari, terdapat penambahan luasan terbakar 124.779 ha. Dalam kejadian terbaru ini tidak terdapat korban jiwa. ”Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang,” ujarnya.

Muhari menyatakan, penanganan karhutla di lapangan berjalan optimal berkat sinergi antara BPBD Provinsi Kalbar, BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Masyarakat Peduli Api (MPA), Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, Palang Merah Indonesia (PMI), serta dukungan masyarakat setempat.

Dalam rangka percepatan penanganan karhutla, sejumlah pemerintah daerah di Kalbar telah menetapkan status siaga darurat, antara lain Kabupaten Ketapang (15 Januari-15 April 2026), Kubu Raya (15 Januari-31 Desember 2026), Sambas (19 Januari-31 April 2026), dan Mempawah (28 Januari-31 Desember 2026).

”BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat langkah-langkah pengendalian, termasuk pemadaman darat, patroli terpadu, serta koordinasi dukungan udara,” kata Muhari.

Untuk lebih mengoptimalkan operasi penanganan karhutla, BNPB akan mengerahkan dukungan penanganan udara dengan water bombing, patroli udara termasuk pesawat nirawak untuk pemantauan dan pendataan titik api. Di samping itu, mesin pompa dan selang tambahan bagi desa/MPA serta BPBD juga disiapkan untuk percepatan penanganan di lapangan.

”BNPB mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan potensi kebakaran kepada berbagai pihak yang berwenang,” ujar Muhari. (DM)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

Berita Terkini