Brussel, Sapalah.com – Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa menandatangani Joint Announcement atau Pengumuman Bersama mengenai komitmen bersama untuk terus memperkuat dialog dan kerja sama dalam mendukung hubungan ekonomi, khususnya di bidang sertifikasi halal dan fasilitasi perdagangan.
Penandatanganan tersebut dilaksanakan di sela-sela kunjungan delegasi Indonesia dalam rangka High-Level Study Visit on the EU Single Market Principles and Indonesian Halal Certification Policy, di Brussel, Belgia, pada Selasa (10/2/2026).
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi. Mereka melakukan pembicaraan bilateral dengan Deputy Director-General for Trade Komisi Eropa, Maria Martin-Prat De Abreu.
Turut mendampingi Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi Kemenko Perekonomian, Evita Manthovani dan Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Bilateral Kemenko Perekonomian, Irwan Sinaga.
”Pertemuan ini membahas tindak lanjut teknis kerja sama, termasuk penyelarasan kebijakan halal dan tahapan penyelesaian Indonesia-EU CEPA (European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement),” ujar Edi lewat keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Menurut Edi, pemerintah Indonesia memandang langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa yang terbuka, konstruktif, dan berbasis saling pengertian.
”Dialog yang efisien dan kolaboratif diharapkan dapat meningkatkan kejelasan bagi pelaku usaha serta mendukung kelancaran perdagangan kedua pihak,” katanya.
Selain membahas terkait kerja sama halal, pertemuan kali ini juga menyinggung perkembangan penyelesaian Indonesia-EU CEPA, termasuk tahapan kajian hukum atau legal scrubbing yang tengah berlangsung.
”Indonesia berharap proses legal scrubbing IEU-CEPA dapat diselesaikan lebih cepat, sehingga kesepakatan ini dapat segera ditindaklanjuti dan memberikan kepastian bagi dunia usaha,” ujarnya.
Melalui Joint Announcement, Indonesia dan Uni Eropa menegaskan komitmen untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama, termasuk pemahaman mengenai implikasi keberadaan Pasar Tunggal Uni Eropa (EU Single Market) terhadap hubungan perdagangan Indonesia-Uni Eropa.
”Dialog dan pertukaran pandangan adalah instrumen penting untuk membangun transparansi dan saling pengertian atas praktik regulasi yang berlaku di masing-masing pihak,” kata Edi.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan, Indonesia dan Uni Eropa juga sepakat untuk melanjutkan kerja sama melalui dialog, pertukaran teknis, serta pertukaran informasi terkait sertifikasi halal Indonesia di Uni Eropa.
”Dalam kerangka ini, Indonesia mencatat pandangan Uni Eropa mengenai pengaturan halal, sekaligus menegaskan nilai strategis dari dialog berkelanjutan guna memperkuat pemahaman bersama, dengan mengedepankan otonomi regulasi masing-masing pihak,” katanya. (*/SM)









