30.1 C
Banjarmasin
Sabtu, April 4, 2026

Menikmati Wadai, Aneka Kue Khas Banjar di Bulan Suci Ramadan

Artikel Menarik

Pasar Wadai menjadi tempat paling asyik untuk berburu kuliner di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada bulan puasa. Pasar yang hanya digelar pada bulan suci Ramadan ini menjajakan aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Dalam bahasa Banjar, wadai berarti kue. Kuenya sangat khas dan beragam. Beberapa jenis kue bahkan hanya bisa dijumpai dan dinikmati saat bulan puasa.

Tahun ini, Pasar Wadai Ramadan 1447 H/2026 digelar di Siring 0 Kilometer, Banjarmasin, dari 19 Februari sampai 17 Maret 2026. Pasar Wadai buka setiap hari dari pukul 15.00 hingga 22.00 Wita.

Menurut Jamilah, salah seorang pedagang, wadai seperti amparan tatak pisang, amparan tatak sagu, keraraban, dan putri selat bisa disebut wadai khas Ramadan. Semua kue itu termasuk jenis kue basah. ”Di luar bulan puasa, wadai-wadai ini jarang ada,” ujarnya.

Amparan tatak pisang, misalnya, terbuat dari tepung beras dicampur gula pasir, santan, vanili, garam, dan potongan pisang talas. Adonan yang sudah diaduk menjadi satu kemudian dituangkan ke dalam loyang dan dikukus hingga matang. Rasa kuenya manis dan berlemak.

Jamilah, yang sudah 30-an tahun berjualan wadai, mengatakan, beberapa jenis wadai hanya dibuat pada bulan puasa sebagai ciri khas bulan suci Ramadan. Wadai menjadi salah satu santapan untuk berbuka puasa, dan tentunya bisa dibeli di Pasar Wadai.

Warisan tradisi   

Dalam buku Makna Simbolik dan Nilai Budaya Kuliner ”Wadai Banjar 41 Macam” pada Masyarakat Banjar Kalsel, yang ditulis Neni Puji Nur Rahmawati, Musfeptial, dan Syarifuddin disebutkan, pembuatan wadai Banjar sangat erat berkaitan dengan kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat Banjar kuno, yakni tentang makhluk gaib.

Setiap upacara adat pada waktu itu mengharuskan tersedianya piduduk, yang terdiri dari buah kelapa, gula merah, beras, ketan, dan telur ayam. Dari bahan-bahan itu, masyarakat Banjar membuat wadai tradisional dengan berbagai macam bentuk, warna, dan nama sehingga disebut wadai 41 macam.

”Penyajian wadai 41 macam itu dimaksudkan sebagai hidangan atau sesaji kepada makhluk-makhluk gaib agar tidak mengganggu kehidupan masyarakat sehingga masyarakat bisa hidup tenang dan tenteram,” tulis Neni dan kawan-kawan.

Baca juga: Pasar Wadai Ramadan 1447 H Jaga Tradisi Banjar dan Pacu Ekonomi Banua

Seiring perjalanan waktu dan masuknya berbagai suku ke tanah Banjar, wadai tradisional sedikit demi sedikit mengalami perubahan dalam hal bahan, bentuk, peralatan, ataupun cara pengolahan. Pada bulan suci Ramadan, berbagai macam wadai dipasarkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui kegiatan Pasar Wadai Ramadan atau Ramadhan Cake Fair.

”Melalui event tahunan tersebut, masyarakat mengetahui dan merasakan betapa banyak ragam dan nikmatnya kuliner Banjar sehingga mereka selalu merindukan wadai-wadai Banjar,” tulisnya.

Banyak macam

Dalam buku Wisata Kuliner Khas Banjar Kalimantan Selatan, yang diterbitkan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Provinsi Kalsel, disebutkan, wadai khas Banjar kalau dirunut satu per satu bisa lebih dari 41 macam. Penganan khas Banjar selalu menjadi buruan pada bulan suci Ramadan hingga tiba Lebaran.

”Pasar Wadai bukan sekadar tempat jual beli makanan berbuka puasa, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Kalsel. Ini adalah warisan tradisi Banua yang selalu dinanti setiap Ramadan,” kata Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman.

Menurut Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR, penyelenggaraan Pasar Wadai Ramadan 1447 H juga bertujuan untuk menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM, memperkuat identitas budaya Banjar agar tetap lestari, serta menghadirkan ruang kolaborasi yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga.

Baca juga: Bantuan 100 Ton Kurma dari Arab Saudi Didistribusikan pada Ramadan 2026

Kalau mau tahu apa saja wadai yang ada di Banjarmasin, berikut nama-nama 41 wadai khas Banjar yang bisa dijumpai di Pasar Wadai Ramadan:

Bingka, Bingka barandam, Kararaban, Kikicak, Bulungan hayam, Kelalapon, Cingkarok batu, Wajik, Apam, Undi-undi, Untuk-untuk, Sarimuka, Wadai balapis, Cincin, Cucur, Lamang, Cakodok, Gaguduh, Ronde, Ilat sapi, Garigit, Sasagun, Lupis, Pais pisang, Hintalu karuang, Wadai satu, Gincil, Katupat balamak, Bubur sagu, Serabi, Putri salat, Patah, Pais sagu, Pais waluh, Dadar gulung, Agar-agar habang, Wadai gayam, Amparan tatak, Pundut, Ipau, dan Gagatas.

Penasaran dengan rasanya? Silahkan mencoba! Selamat menikmati wadai khas Banjar…

(Jumarto)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

Berita Terkini