25.1 C
Banjarmasin
Kamis, April 2, 2026

Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah

Artikel Menarik

Vatikan, Sapalah.com – Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, Paus Leo XIV menyampaikan seruan mendalam untuk menghentikan kekerasan di Timur Tengah, Selasa (24/3/2026). Ia mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk segera meletakkan senjata dan beralih ke meja dialog.

Menurut Paus Leo, lebih dari satu juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat perang.

”Saya ingin memperbarui seruan saya untuk gencatan senjata, untuk berupaya demi perdamaian, bukan dengan senjata tetapi dengan dialog,” kata Paus Leo kepada wartawan saat meninggalkan kediamannya di Castel Gandolfo, di luar Roma, menuju Vatikan, sebagaimana dikutip Kompas.com dari AFP, Rabu (25/3/2026).

”Kebencian meningkat, kekerasan semakin memburuk, dan lebih dari satu juta orang telah mengungsi, dengan banyak yang meninggal,” katanya lebih lanjut.

Baca juga: Pemerintah Bakal Terapkan 1 Hari WFH dalam Sepekan untuk Efisiensi BBM

Paus Leo telah berulang kali mengutuk perang dan menyerukan dialog. Namun, ia tetap berhati-hati dalam pernyataannya sejak serangan AS-Israel terhadap Iran yang memicu perang pada 28 Februari lalu. Ia tampak menahan diri untuk tidak menyebut nama pihak mana pun dalam kecaman dan seruannya untuk perdamaian.

Sebelumnya, Paus Leo juga mengeluarkan pernyataan keras terkait situasi panas yang terjadi di Timur Tengah. Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma asal Amerika Serikat itu menyebut perang yang sedang berlangsung di sana sebagai sebuah skandal bagi seluruh keluarga umat manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Paus Leo dalam doa Angelus mingguannya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Ia juga mengungkapkan rasa cemas dan ngeri saat mengikuti perkembangan konflik yang terus memakan korban jiwa.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Indonesia Terkerek Naik pada Februari 2026

Ia juga mengingatkan bahwa dunia tidak boleh tinggal diam melihat penderitaan orang-orang yang tidak bersalah. Paus menyebut mereka sebagai korban konflik yang tidak berdaya. Bagi Paus, rasa sakit yang dialami para korban sebenarnya menyakiti seluruh kemanusiaan secara kolektif.

”Kita tidak bisa berdiam diri menghadapi penderitaan begitu banyak orang, para korban tak berdaya dari konflik-konflik ini,” kata Paus Leo, sebagaimana dikutip dari The Independent. (*/DM)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

Berita Terkini