32.1 C
Banjarmasin
Kamis, Januari 15, 2026

Banjir Bandang dan Longsor Hantam Sumut, Lima Tewas dan Empat Hilang

Artikel Menarik

Sumatera Utara, Sapalah.com – Banjir bandang dan longsor menghantam Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, hingga merenggut korban jiwa. Lima orang tewas akibat terseret banjir bandang dan empat lainnya masih dinyatakan hilang.

Selain itu, tujuh orang dilaporkan mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan dalam bencana yang terjadi pada Selasa (25/11/2025) malam itu. Adapun, bencana tanah longsor mengakibatkan dua orang mengalami luka berat.

”Semua korban luka-luka telah dievakuasi. Mereka saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Doloksanggul. Operasi pencarian dan evakuasi akan kembali dilanjutkan dengan dukungan penuh tim gabungan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).

Selain korban jiwa dan luka-luka, kerusakan material juga cukup signifikan. Enam rumah rusak berat, satu fasilitas ibadah rusak ringan, serta satu akses jalan tertutup material longsoran akibat banjir bandang.

Pada lokasi longsor, 11 titik akses jalan terputus. Saluran, jembatan, dan tembok penahan tanah juga rusak dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Lahan pertanian warga pun terdampak, sehingga menambah penderitaan warga setempat yang menggantungkan hidup pada hasil tani.

Banjir bandang terjadi di Kecamatan Pakkat, tepatnya di Kelurahan Panggugunan. Sementara itu, tanah longsor berdampak ke sejumlah wilayah, yakni Desa Sampean di Kecamatan Doloksanggul; Desa Parbotihan, Sihikkit, Sampetua, dan Janji Nagodang di Kecamatan Onan Ganjang; Desa Aek Sopang di Kecamatan Pakkat; dan Desa Janji Hutanapa di Kecamatan Parlilitan.

”Cuaca ekstrem atas dampak dari fenomena siklon tropis Senyar menjadi faktor utama yang memicu pergerakan tanah dan aliran banjir bandang tersebut,” ujar Muhari.

Sejak kejadian, tim gabungan telah bergerak cepat mengevakuasi korban, membersihkan material longsoran, serta membuka akses jalan dengan bantuan alat berat, seperti ekskavator dan backhoe loader.

Menurut Muhari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum dan menyiapkan tempat pengungsian sementara di rumah penduduk. Pencarian korban hilang masih dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan petugas mengingat kondisi medan yang berat.

”BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan, BPBD Provinsi Sumatera Utara, serta unsur TNI-Polri dan relawan untuk memastikan percepatan penanganan di lapangan,” ujarnya. (*/JY)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

  1. Negeri penuh bencana tapi anggaran BMKG malah dipangkas, sensor kedaruratan kurang, dan masyarakat tidak teredukasi cukup untuk siap keadaaan darurat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini