30.1 C
Banjarmasin
Kamis, Januari 15, 2026

Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Mesir melalui Perjanjian Perdagangan

Artikel Menarik

Kairo, Sapalah.com – Pemerintah Indonesia mengapresiasi pembentukan Komite Perdagangan Bersama atau Joint Trade Committee Indonesia-Mesir. Melalui sektor perdagangan, kerja sama Indonesia-Mesir diperkuat agar terus berkembang dan bermanfaat bagi warga kedua negara.

Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyampaikan, apresiasi pembentukan Komite Perdagangan Bersama atau JTC Indonesia-Mesir saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Investasi dan Perdagangan Mesir Hassan El Khatib di Kairo, Mesir, Selasa (2/12/2025).

”Kami sangat mengapresiasi pembentukan JTC yang telah ditandatangani pada 15 Mei 2023 di Kairo dan pertemuan JTC pertama yang telah dilaksanakan pada 31 Juli 2024 di Jakarta. Kami yakin JTC dapat meningkatkan hubungan perdagangan bilateral Indonesia-Mesir. Untuk menindaklanjutinya, kami mendorong agar pertemuan JTC ke-2 dapat dilaksanakan pada 2026,” katanya.

Roro mengatakan, pada pertemuan JTC ke-1, Indonesia dan Mesir sepakat untuk dimungkinkannya pembentukan perjanjian dagang. Nantinya, perjanjian tersebut akan berguna untuk meningkatkan kinerja perdagangan bilateral antarkedua negara.

Di samping itu, dalam Deklarasi Bersama yang ditandatangani Presiden RI dan Mesir pada 12 April 2025, kedua presiden sepakat untuk menjajaki kemungkinan adanya perjanjian kemitraan ekonomi bilateral guna meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral.

”Indonesia telah menyampaikan usulan konsep Terms of Reference (ToR) pada 10 Oktober 2025 dan usulan peluncuran perundingan Indonesia-Egypt Economic Partnership Agreement (EPA), termasuk draf Joint Ministerial Statement kepada Mesir pada 4 November 2025. Indonesia mendorong agar Perundingan Indonesia-Egypt EPA dapat segera dimulai,” ujarnya.

Terkait Developing Eight Preferential Trade Agreement (D-8 PTA), menurut Roro, Indonesia meyakini implementasinya dapat memperkuat integrasi ekonomi dan meningkatkan perdagangan menjadi terbuka, efisien, dan saling menguntungkan bagi seluruh negara anggota, termasuk Mesir.

Sejak implementasi D-8 PTA pada Juni 2024, Indonesia telah menerbitkan 462 formulir Surat Keterangan Asal (SKA) D-8 dengan total ekspor mencapai 27,7 juta dollar AS ke beberapa negara anggota utama. Indonesia mengharapkan Mesir juga dapat segera menyelesaikan proses ratifikasi dan memanfaatkan D-8 PTA untuk mendorong perdagangan intra D-8.

”Indonesia akan menjadikan perluasan D-8 PTA menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) sebagai salah satu prioritas ekonomi pada Keketuaan Indonesia di D-8 pada 2026. Indonesia mengharapkan dukungan Mesir dalam mendorong transformasi D-8 menjadi kerja sama ekonomi yang lebih komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan,” tutur Roro.

Hassan El Khatib menyatakan, Mesir menyambut baik usulan-usulan Indonesia terkait pengembangan kerja sama kedua negara. ”Menurut kami, selanjutnya perlu dilakukan pembahasan tingkat teknis untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam rangka penguatan kerja sama bilateral tersebut,” katanya.

Total perdagangan bilateral Indonesia-Mesir pada 2024 mencapai 1,7 miliar dollar AS, dengan nilai ekspor Indonesia ke Mesir sebesar 1,5 miliar dollar AS dan impor Indonesia dari Mesir sebesar 207,8 juta dollar AS.

Ekspor utama Indonesia adalah minyak kelapa sawit, kopi, produk besi/baja setengah jadi, korundum artifisial, dan minyak kelapa. Adapun, impor utama Indonesia, yaitu pupuk mineral/kimia, kalsium fosfat alam, kurma, terak, dan buah jeruk.

Rata-rata total perdagangan kedua negara selama lima tahun terakhir (2020-2024) tumbuh sebesar 5,77 persen. Mesir adalah negara tujuan ekspor ke-27 dan asal impor ke-54 bagi Indonesia. (*/SM)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini