34.1 C
Banjarmasin
Rabu, Januari 14, 2026

Puncak Arus Mudik Nataru 2025/2026 Diprediksi Terjadi pada H-1 Natal

Artikel Menarik

Jakarta, Sapalah.com – Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik masa libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2025/2026 terjadi pada H-1 Natal atau sehari sebelum Natal. Pergerakan orang pada puncak arus mudik Nataru kali ini diperkirakan sebanyak 17,18 juta orang.

Prediksi tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

”Kami memprediksi puncak arus mudik masa libur Nataru 2025/2026 akan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025 dengan perkiraan pergerakan 17,18 juta orang. Sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026 dengan perkiraan pergerakan sebanyak 20,81 juta orang,” katanya.

Untuk memantau pergerakan masyarakat selama libur Nataru 2025/2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menyelenggarakan Posko Terpadu Angkutan Nataru 2025/2026, mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Menurut Dudy, ada dua isu penting yang perlu diantisipasi pada masa angkutan Nataru 2025/2026, yakni potensi lonjakan penumpang serta risiko cuaca ekstrem. Untuk itu, Kemenhub terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan pemangku kepentingan terkait melalui Posko Nataru, serta menambah personel di area-area siaga.

”Mitigasi lain juga dilakukan pada semua sektor transportasi, baik darat, laut, udara, hingga kereta api,” ujarnya.

Di sektor darat, Kemenhub menyiapkan buffer zone (zona penyangga), menerapkan delaying system (sistem penundaan), contraflow (lawan arus), hingga oneway (satu arah) secara situasional, termasuk pengaturan penyeberangan.

Di sektor laut, Kemenhub menyiapkan kapal navigasi dan patroli, serta buffer zone di wilayah sekitar pelabuhan, termasuk menyiapkan pelabuhan alternatif.

Di sektor udara, Kemenhub melakukan ramp check, optimalisasi jam operasional bandara, dan penambahan kapasitas penerbangan. Di sektor kereta api, disiapkan Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS), Alat Material untuk Siaga (AMUS), dan penyiagaan personel pada perlintasan sebidang.

Dudy menyatakan, pihaknya memprioritaskan keamanan dan keselamatan seluruh moda transportasi selama masa Nataru 2025/2026. Kemenhub pun telah melakukan ramp check terhadap 40.683 kendaraan darat, 987 kapal laut, 191 kapal penyeberangan, 363 pesawat yang serviceable, dan 3.333 sarana kereta api.

Ia juga menekankan empat faktor penting dalam pelaksanaan angkutan Nataru 2025/2026, yakni keamanan dan keselamatan adalah yang utama; sinergi dan kolaborasi yang solid antarpemangku kepentingan; menaruh perhatian khusus pada hal sekecil apapun, baik dalam perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan; serta tidak boleh lengah terhadap kejadian-kejadian luar biasa yang mungkin muncul.

”Jika empat faktor tersebut bisa kita pedomani dan laksanakan dengan baik, bukan tidak mungkin zero accident (nihil kecelakaan) dan zero fatality (nihil kematian) dapat terwujud,” katanya. (*/TH)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini