26.1 C
Banjarmasin
Selasa, Januari 13, 2026

Penggemar K-Pop Desak Hana Bank Hentikan Pendanaan Batu Bara di Indonesia

Artikel Menarik

Jakarta, Sapalah.com – Penggemar musik pop Korea atau K-pop mendesak Hana Bank untuk menghentikan pendanaan proyek nikel yang menggunakan tenaga batu bara di Pulau Obi, Maluku Utara. Desakan ini menyusul pendanaan Hana Bank ke anak usaha Harita Nickel yang masih bergantung pada batu bara dalam operasinya.

Dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia dan Hari Hak Asasi Hewan Sedunia, KPOP4PLANET dan para penggemar BigBang G-Dragon dari Indonesia mengirimkan surat terbuka untuk mendesak Hana Bank agar segera berhenti mendanai proyek nikel yang ditenagai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara di Pulau Obi.

KPOP4PLANET adalah gerakan iklim yang dipimpin oleh penggemar K-pop untuk penggemar K-pop yang mencintai bumi dan bintang K-pop favorit mereka. KPOP4PLANET diluncurkan pada 2021.

Juru Kampanye KPOP4PLANET Indonesia Nurul Sarifah mengatakan, surat terbuka tersebut merupakan bagian dari kampanye KPOP4PLANET ”Hana, Bring K-pop Not Coal”. Kampanye ini dipimpin oleh penggemar K-pop di Indonesia, terutama FAM dan VIP, karena idola mereka G-Dragon BigBang adalah brand ambassador terbaru Hana Financial Group, induk perusahaan Hana Bank.

”Banyak penggemar senang saat Hana memilih idola kami sebagai brand ambassador, tetapi kami justru belum melihat kolaborasi ini di Indonesia. Sebaliknya, Hana justru membiayai proyek-proyek yang merusak dan membahayakan komunitas lokal dan lingkungan kami. Oleh sebab itu, penggemar mendorong Hana untuk membawa K-pop ke Indonesia, bukan pembiayaan batu bara,” kata Nurul dalam keterangannya, Selasa (9/12/2025).

Laporan Recourse pada 2024 mengungkapkan, PT Korea Exchange Bank (KEB) Hana Bank Indonesia bersama DBS (The Development Bank of Singapore), UOB (United Overseas Bank), dan perbankan lainnya menyediakan pinjaman total 530 juta dollar AS kepada PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF), anak perusahaan Harita Nickel di Pulau Obi pada 2022.

Tak hanya itu, sejak 2018, Hana Bank telah mengucurkan pembiayaan 84 juta dollar AS ke Grup Harita, mengacu laporan Market Forces. Padahal, pada 2021, Hana Financial Group telah mengumumkan akan menghentikan pembiayaan untuk proyek terkait pembangunan PLTU batu bara di dalam dan luar negeri.

Menurut Juru Kampanye Keuangan Energi Indonesia Market Forces, Ginanjar Ariyasuta, pembiayaan KEB Hana ke Grup Harita memperburuk krisis iklim karena mendukung pembangunan 2,1 gigawatt (GW) PLTU khusus industri (captive). Padahal, International Energy Agency (IEA) telah memperingatkan untuk dihentikan demi menyelamatkan ekonomi dan masa depan.

”Karena itu, kami mendesak Hana Bank untuk berhenti membiayai perusahaan yang membangun PLTU captive, termasuk Grup Harita yang bergantung pada bahan bakar fosil dalam operasi pengolahan nikelnya,” kata Ginanjar.

Mengacu Laporan Keberlanjutan Harita pada 2024, emisi perusahaan tercatat sebesar 10,87 juta ton setara CO2 (Karbon dioksida) per tahun. Angka ini, menurut laporan Market Forces, setara hampir 1 persen dari total emisi Indonesia pada 2023 atau sama dengan emisi dari 2,36 juta mobil berbahan bakar gas yang dikendarai selama satu tahun.

Tak hanya itu, operasi nikel dilaporkan membahayakan komunitas lokal, lingkungan, dan keanekaragaman hayati Pulau Obi. Mengacu Laporan Climate Rights International 2025, operasi nikel di pulau Obi berimbas pada hak masyarakat atas lahan mereka dan relokasi yang dipaksakan dan tidak layak ke EcoVillage.

Bahkan, laporan terbaru Gecko Project menemukan kandungan metal berat pada level berbahaya dalam ikan hasil tangkapan di perairan sekitar proyek nikel, yang menimbulkan risiko kesehatan terutama pada anak-anak.

Aksi daring

Nurul menambahkan, Hana Bank populer di kalangan anak muda Indonesia melalui bank digital mereka Line Bank, yang memiliki lebih dari 1,2 juta nasabah pada 2024. Bank ini dikenal oleh penggemar lantaran induk usahanya Hana Financial Group menunjuk sejumlah idola K-pop sebagai brand ambassador, seperti G-Dragon dan Ahn Yujin dari IVE.

Merespons keterlibatan Hana Bank dalam operasi nikel yang merusak, tujuh basis penggemar K-pop di Indonesia telah menandatangani surat terbuka. KPOP4PLANET akan mengirimkan surat tersebut ke kantor pusat Hana Bank di Seoul.

”Lebih dari 161.000 penggemar lainnya yang tergabung sebagai pengikut mendukung aksi daring di Instagram dan X untuk menandai massal akun Hana Bank Korea dan menuntut pertanggungjawaban mereka,” ujar Nurul.

Salah satu pendukung kampanye sekaligus penggemar G-Dragon (GD) dengan akun @istri.jidi mengungkapkan kekecewaannya di media sosial.

”Saat melihat GD menjadi brand ambassador dari Hana, sebagai penggemar tentu ada rasa bangga yang sulit dijelaskan. Tapi aku kecewa saat tahu bahwa pembiayaan Hana merugikan masyarakat dan lingkungan Pulau Obi. Aku berharap Hana bisa sejalan dengan nilai-nilai yang selalu GD bawa tentang masa depan yang lebih baik,” tulisnya. (*/MR)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini