32.1 C
Banjarmasin
Kamis, Januari 15, 2026

2.500 Desa Ditargetkan Terhubung Internet pada 2026

Artikel Menarik

Jakarta, Sapalah.com – Kementerian Komunikasi dan Digital mempercepat penyediaan akses internet di daerah yang masih blankspot. Sebanyak 2.500 desa yang saat ini belum terhubung jaringan internet ditargetkan dapat menikmati layanan internet pada 2026.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menuturkan, pemerintah mengupayakan agar semakin banyak desa di Indonesia dapat menikmati layanan internet. Ini sebagai bagian dari percepatan pembangunan Indonesia Digital.

Konektivitas yang merata menjadi fondasi agar warga desa memperoleh akses pendidikan, layanan publik, dan peluang ekonomi yang setara.

”Kita sadari masih ada ketimpangan akses di berbagai daerah. Untuk itu, pembangunan di daerah-daerah yang masih blankspot akan menjadi prioritas di 2026,” kata Meutya dalam acara Deklarasi Arah Indonesia Digital di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Acara ini turut dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Nugroho Sulistyo Budi, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, industri telekomunikasi, akademisi, dan komunitas.

Meutya mengatakan, upaya ini merupakan langkah untuk mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif setelah sebelumnya Kementerian Komdigi melakukan pembangunan infrastruktur secara masif pada 2023-2024. Infrastruktur yang sudah terbangun perlu memberi dampak ekonomi yang lebih besar.

”Pemanfaatannya belum kita maksimalkan sesuai dengan kapasitas yang sebetulnya bisa kita dapatkan dari pembangunan infrastruktur itu. Teknologi berkembang, dampak ekonominya juga sudah mulai terasa, maka ini perlu kita tingkatkan lagi,” tuturnya.

Kementerian Komdigi menyusun arah pembangunan Indonesia Digital dengan tema Terhubung, Tumbuh, Terjaga. Tema ini menggambarkan harapan agar konektivitas yang merata dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi digital dan menciptakan ruang digital yang aman.

Menurut Meutya, ruang digital harus memberi peluang kepada masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk berkembang bersama.

”Transformasi digital harus melahirkan nilai tambah nyata bagi ekonomi dan membuka peluang bagi semua,” ujarnya. (*/TH)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini