Banjarmasin, Sapalah.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk penanganan bencana di Pulau Sumatera. Bantuan dana ini diharapkan dapat mendukung pemulihan pascabencana banjir dan longsor.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin mengatakan, masyarakat Kalsel turut prihatin atas bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, Pemprov Kalsel menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp 1,5 miliar. Dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
”Insya Allah, kita ikut berpartisipasi dalam meringankan penderitaan saudara-saudari kita yang tertimpa bencana tanah longsor dan banjir. Sudah kita siapkan dananya dari BTT, sebesar Rp 1,5 miliar,” katanya di Banjarmasin, Kamis (11/12/2025).
Menurut Syarifuddin, bantuan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1.4/9595/SJ tentang Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Aceh, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat dalam rangka Penanganan Masyarakat Terdampak Bencana Alam.
Pada poin 4 surat edaran tersebut, Mendagri Tito Karnavian meminta gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia untuk memberikan bantuan keuangan sesuai kemampuan APBD masing-masing. Bantuan diarahkan melalui pemerintah provinsi terkait untuk penanganan masyarakat yang terdampak bencana, dengan tetap memedomani ketentuan peraturan perundang-undangan.
”Kondisi darurat ini perlu respons cepat. Karena itu, kita ikut membantu sesuai kemampuan keuangan daerah. Tidak ada co-financing (pembiayaan bersama), semuanya murni dari BTT APBD Kalsel,” ujarnya.
Syarifuddin berharap bantuan keuangan dari Pemprov Kalsel dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di tiga provinsi terdampak bencana di Pulau Sumatera.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (12/12/2025), bencana di Sumatera mengakibatkan 985 jiwa meninggal, 226 jiwa hilang, dan 5.400 jiwa terluka. Di Aceh, 401 jiwa meninggal, 36 jiwa hilang, dan 4.300 jiwa terluka. Di Sumut, 343 jiwa meninggal, 97 jiwa hilang, dan 699 jiwa terluka. Di Sumbar, 241 jiwa meninggal, 93 jiwa hilang, dan 382 jiwa terluka. (*/SM)









