Balangan, Sapalah.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau dampak banjir bandang di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Kamis (8/1/2026). Pada kesempatan ini Wapres Gibran mendorong pemulihan aktivitas belajar mengajar pascabanjir bandang.
Begitu tiba di Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Wapres Gibran beserta rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju lokasi terdampak banjir di Balangan, yang berjarak lebih kurang 175 kilometer dari Banjarbaru.
Setibanya di Kabupaten Balangan, Wapres terlebih dahulu mendengarkan paparan kondisi dan penanganan banjir dari Bupati Balangan Abdul Hadi.
Hadi menyampaikan dampak banjir bandang di daerahnya yang terjadi pada 27 Desember 2025. Ia juga menyampaikan, langkah tanggap darurat yang telah dilakukan, serta berbagai kebutuhan lanjutan untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Rangkaian peninjauan kemudian dilanjutkan ke SD Negeri Ju’uh. Di sekolah ini, Wapres Gibran melihat langsung proses pembersihan ruang kelas dan fasilitas sekolah yang terdampak banjir. Gibran juga meninjau kondisi sarana penunjang pembelajaran, seperti laptop, komputer, iPad, dan smart TV yang mengalami kerusakan.
Di sela-sela peninjauan, Wapres menyempatkan diri berdialog dengan pihak sekolah dan warga sekitar. Ia menekankan pentingnya percepatan pemulihan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.
”Yang paling penting, anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman. Fasilitas yang rusak harus segera kita pulihkan,” ujar Gibran.
Wapres Gibran juga mengingatkan pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam penyaluran bantuan pada masa transisi pascabencana, agar dukungan yang diberikan berkelanjutan dan tepat sasaran.
”Silakan terus berkoordinasi, terutama untuk kebutuhan bantuan di masa transisi,” katanya.
Normalisasi sungai
Usai meninjau fasilitas pendidikan, Wapres juga mengunjungi lokasi aliran sungai yang terdampak banjir bandang. Dalam kesempatan tersebut, Wapres menegaskan pentingnya normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi guna mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.
”Sungainya perlu dinormalisasi agar ke depan tidak terjadi banjir bandang lagi,” ujarnya.
Banjir bandang di Kabupaten Balangan terjadi akibat luapan Sungai Pitap di Kecamatan Tebing Tinggi. Luapan sungai tersebut dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi.
Bencana ini berdampak pada 4.289 keluarga atau 13.825 jiwa di 34 desa dan 6 kecamatan. Tercatat pula kerusakan rumah warga, dengan rincian 210 unit rusak ringan, 189 unit rusak sedang, dan 48 unit rusak berat.
Usai meninjau dampak banjir bandang di Balangan, Wapres Gibran melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Banjar untuk melihat langsung kondisi wilayah lain yang juga terdampak banjir. (*/SM)









