30.1 C
Banjarmasin
Sabtu, April 4, 2026

Genjot Konsumsi Domestik, Pemerintah Luncurkan BINA Lebaran 2026

Artikel Menarik

Jakarta, Sapalah.com – Pemerintah bersama pelaku usaha meluncurkan Program Belanja di Indonesia Aja atau BINA Lebaran 2026. Program ini menjadi instrumen untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menggenjot konsumsi domestik.

Program BINA Lebaran 2026 diluncurkan di Pusat Perbelanjaan Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026). Program ini akan berlangsung pada 6-30 Maret 2026 dan ditargetkan mampu mencatatkan transaksi sebesar Rp 53,38 triliun.

Menteri Perdagangan Budi Santoso atau Busan mengatakan, program BINA Lebaran menjadi instrumen strategis untuk menggerakkan sektor perdagangan domestik melalui kolaborasi berbagai pelaku usaha.

Berbagai pusat perbelanjaan dan ritel akan menghadirkan beragam promosi serta kegiatan belanja untuk menumbuhkan serta menarik minat belanja masyarakat. Upaya ini selaras dengan momentum Ramadan dan Lebaran sebagai periode penting untuk menggerakkan perdagangan dalam negeri.

“Program BINA Lebaran 2026 merupakan instrumen untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik,” ujarnya.

Menurut Busan, program ini merupakan kolaborasi yang baik antara ritel modern dengan pusat perbelanjaan; serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menyediakan berbagai produk bagi masyarakat dalam menyambut Lebaran.

Kolaborasi dengan pelaku usaha akan terus diperluas melalui berbagai agenda promosi dan kegiatan belanja lainnya setelah periode Lebaran. Dengan demikian, momentum peningkatan konsumsi masyarakat dapat terus terjaga sepanjang tahun.

”Setelah Lebaran juga akan ada berbagai agenda menarik lainnya. Kerja sama seperti ini akan terus dilakukan agar kesempatan menjual produk di dalam negeri serta daya beli masyarakat dapat terus meningkat,” kata Busan.

Baca juga: Trade Expo Indonesia 2026 Diluncurkan, Target Transaksi Capai 17,5 Miliar Dolar AS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, momentum Ramadan dan Lebaran selalu menjadi periode penting bagi peningkatan konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah bersama pelaku usaha ritel terus menghadirkan berbagai program promosi untuk mendorong belanja domestik.

”Program BINA Lebaran tahun ini berlangsung selama 25 hari dengan target transaksi mencapai Rp 53 triliun atau meningkat sekitar 60 persen dibandingkan tahun lalu. Kami berharap kegiatan ini dapat semakin menggairahkan konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Berbagai stimulus

Airlangga menyampaikan, pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran. Di antaranya, yaitu penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng dua liter per bulan bagi sekitar 35 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran Rp 11,92 triliun.

”Kami melihat dana yang beredar menjelang Lebaran cukup besar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini,” katanya.

Baca juga: 841 Kapal Disiapkan untuk Angkut 3,2 Juta Penumpang pada Lebaran 2026

Program BINA Lebaran 2026 melibatkan sekitar 800 merek, 80.000 gerai ritel, serta 400 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi di Indonesia. Berbagai program promosi disiapkan untuk meningkatkan minat belanja masyarakat, antara lain potongan harga hingga 70-80 persen untuk produk fesyen, gaya hidup, serta perlengkapan Lebaran.

BINA Lebaran 2026 juga menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan lain, seperti midnight sale di sejumlah pusat perbelanjaan serta promo belanja bagi wisatawan dalam negeri.

Pemerintah pusat juga mendorong dukungan pemerintah daerah melalui relaksasi pajak reklame selama pelaksanaan program, serta penyebarluasan informasi program melalui media sosial pemerintah daerah dan Kementerian Perdagangan. (*/SM)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

Berita Terkini