Vatikan, Sapalah.com – Paus Leo XIV mendesak para pemimpin dunia untuk meletakkan senjata dan mengupayakan perdamaian. Desakan disampaikan pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma itu pada momentum Paskah 2026.
Pada perayaan Paskah di Vatikan, Minggu (5/4/2026), Paus Leo meminta para pemimpin dunia untuk meletakkan senjata mereka dan melakukan pertemuan untuk berdialog.
”Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya. Tidak untuk mendominasi orang lain, tetapi untuk berdialog dengan mereka,” kata Paus dalam pesan tradisional Urbi et Orbi (’Kepada Kota dan Dunia’) pada Minggu Paskah, dikutip dari Vatican News.
Di hadapan puluhan ribu peziarah yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Paus Leo mendesak mereka yang memiliki kekuasaan melancarkan perang untuk segera memilih perdamaian.
”Ini bukan perdamaian yang dipaksakan dengan kekerasan, melainkan perdamaian yang dicapai melalui dialog. Tidak dengan keinginan untuk mendominasi orang lain, tetapi untuk bertemu dengan mereka,” katanya.
Paus Leo menyebut, dunia dewasa ini semakin terbiasa dengan kekerasan.
”Kita menjadi acuh tak acuh, bukan hanya terhadap kematian ribuan orang, tetapi juga terhadap kebencian dan perpecahan yang disebabkan oleh perang, serta konsekuensi ekonomi dan sosialnya,” ujarnya.
Baca juga: Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata di Timur Tengah
Mengutip ungkapan dari mendiang Paus Fransiskus, Paus Leo memperingatkan tentang globalisasi ketidakpedulian yang terus meningkat.
”Kita tidak bisa terus acuh tak acuh. Kita tidak bisa pasrah pada kejahatan,” katanya.
Karena itu, ia menyampaikan, akan memimpin doa bersama untuk perdamaian pada Sabtu depan, 11 April 2026, di Basilika Santo Petrus.
Tanpa kekerasan
Menurut Paus, Yesus meraih kemenangan atas kematian pada saat Paskah. Pada momen ini, Yesus mengalahkan musuh dan penguasa dunia untuk selamanya.
”Yesus Kristus meraih kemenangan ini sepenuhnya tanpa kekerasan. Ia meraih kemenangan dengan kasih yang menciptakan dan menghasilkan, serta mengampuni dan menebus,” katanya.
Baca juga: Perlawanan Iran terhadap AS-Israel di Tengah Keheningan Negara Arab
Paus mengatakan, semangat kasih dan pengampunan adalah kekuatan sejati yang membangun perdamaian, serta memupuk hubungan antarindividu dan masyarakat.
Sebagai penutup pesan Urbi et Orbi, Paus menekankan bahwa kedamaian Paskah bukan hanya keheningan senjata, melainkan juga kedamaian batin yang menyentuh dan mengubah hati kita masing-masing.
”Marilah kita membiarkan diri kita diubah oleh kedamaian Kristus, seraya mempercayakan semua hati yang menderita dan menantikan kedamaian sejati kepada Tuhan,” katanya. (JM)







