32.1 C
Banjarmasin
Senin, September 21, 2026

Banyak Anak Sungai di Banjarmasin Buntu, DPRD Minta Pemko Benahi Tata Air dari Hulu ke Hilir

Artikel Menarik

BANJARMASIN, Sapalah.com – Persoalan klasik pengelolaan sungai kembali menjadi sorotan DPRD Banjarmasin.

Sejumlah anak sungai yang menjadi bagian dari sistem tata air kota dinilai mengalami penyempitan, pendangkalan, hingga terputusnya aliran.

Salah satunya Sungai Pasar Rambai di Jalan Djok Mentaya, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Berdasarkan catatan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, sungai tersebut memiliki lebar sekitar lima meter. Namun, kondisi di lapangan dinilai tidak lagi sesuai karena badan anak sungai tersebut mengalami penyempitan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Ridho Akbar mengatakan, perhatian pemerintah tidak boleh hanya tertuju pada sungai besar atau titik yang selama ini menjadi prioritas penanganan, tapi juga anak sungai.

Sebab anak sungai juga memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran sistem drainase dan mengendalikan genangan di Banjarmasin.

“Kita tidak boleh berfokus pada satu titik, yaitu yang di depan Stadion 17 Mei. Kita juga harus melihat anak sungai kecil yang aliran airnya tidak mengalir normal, bahkan ada yang buntu,” ujarnya, belum lama tadi.

Ridho mengatakan, kondisi Sungai Pasar Rambai perlu mendapat perhatian Pemko Banjarmasin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Komisi III DPRD Banjarmasin juga berencana turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi anak sungai tersebut.

“Kita berharap Sungai Pasar Rambai mendapat perhatian khusus dari pemerintah kota melalui Dinas PUPR. Nanti Komisi III sekalian akan turun ke lapangan melihat kondisi eksisting Sungai Pasar Rambai tersebut,” katanya.

Jangan Berhenti pada Pengerukan

Ridho menilai penanganan sungai tidak cukup hanya dengan pengerukan. Pemerintah juga harus memastikan aliran air tetap terhubung dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, sungai yang sudah dikeruk akan kembali bermasalah jika alirannya tetap terputus.

Hal tersebut ia kaitkan dengan penanganan sungai di Jalan Jafri Zamzam yang saat ini tengah dikeruk.

Ridho berharap Pemko tidak hanya membersihkan badan sungai, tetapi juga menata kawasan agar konektivitas aliran kembali pulih.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dinilai berkaitan dengan terputusnya aliran sungai di kawasan tersebut.

“Untuk masalah sungai yang ada di Jalan Jafri Zamzam yang sedang dilakukan pengerukan, kita berharap Pemko bisa memikirkan agar keberadaan SPBU bisa dipindah. Sehingga aliran Sungai Jafri Zamzam bisa terhubung kembali ke Sungai Teluk Dalam atau Sungai Soetoyo S,” katanya.

Ridho mengatakan, kawasan tersebut sebelumnya masih memiliki konektivitas aliran. Bahkan, terdapat jembatan yang melintasi sungai.

“Dulunya tidak buntu, bahkan ada jembatan. Kita membersihkan dari hulunya sementara hilirnya buntu, ini kan lucu,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah melihat persoalan sungai secara menyeluruh. Setelah pengerukan dilakukan, aliran air harus dipastikan kembali berfungsi dan tidak berhenti di satu titik.

Pulihkan Konektivitas Anak Sungai ke Sungai

Selain Sungai Pasar Rambai dan Jafri Zamzam, Ridho menyoroti aliran sungai di kawasan Jalan Yos Sudarso hingga Pelabuhan Trisakti.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu dikoordinasikan dengan Balai Sungai agar konektivitas aliran dapat dikembalikan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko genangan, termasuk akibat banjir rob.

“Sungai yang ada di Jalan Yos Sudarso hingga Pelabuhan Trisakti bisa dikoordinasikan dengan Balai Sungai, agar aliran sungai kembali seperti semula. Sehingga tidak terjadi lagi genangan akibat banjir rob di wilayah sekitarnya,” jelasnya.

Ridho menilai persoalan konektivitas sungai harus menjadi bagian dari kebijakan penataan Kota Banjarmasin. Apalagi sejumlah aliran berada di kawasan padat aktivitas masyarakat dan sentra perekonomian.

Sungai Pasar Rambai, misalnya, berada di tengah kota yang juga menjadi kawasan bisnis. Karena itu, penanganannya membutuhkan komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha yang beraktivitas di sekitar sungai.

“Terkait Sungai Pasar Rambai, tentunya wilayah itu berada di tengah kota dan notabene merupakan sentra bisnis. Perlu ada komunikasi dua arah antara pengusaha dan pemerintah. Bagaimana agar aliran air sungai bisa kembali normal,” tuturnya.

Ia berharap sungai tidak hanya dipandang sebagai bagian dari kawasan permukiman atau ruang aktivitas ekonomi. Lebih dari itu, sungai merupakan infrastruktur alami yang memiliki fungsi penting dalam sistem tata air kota.

“Paling tidak aliran air lancar, tidak buntu atau tersumbat,” pungkasnya.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Berita Terkini