37.1 C
Banjarmasin
Minggu, September 20, 2026

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jalani Pemeriksaan, Kronologi Evakuasi Didalami

Artikel Menarik

BANJARMASIN, Sapalah.com – Nakhoda KM Virgo Transport 8, Arief Yunianto, selamat setelah kapal rute Surabaya-Banjarmasin itu terbalik di Laut Jawa.

Ia kini menjalani pemeriksaan untuk mengungkap rangkaian kejadian hingga proses evakuasi sebelum Kapal Virgo Transport 8 tenggelam.

Wakil Menteri Perhubungan RI, Suntana mengatakan, pemeriksaan terhadap Arief dilakukan untuk mendalami kronologi kecelakaan kapal tersebut.

Meski begitu, pemerintah belum mengambil kesimpulan mengenai tanggung jawab nakhoda dalam peristiwa itu.

“Untuk nakhoda selamat dan sedang dilakukan pemeriksaan. Terkait ditahan atau tidak, kami akan dalami lewat investigasi KNKT,” kata Suntana dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (15/9/2026) malam.

Arief sebelumnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat menggunakan MV Mauhau IX. Setelah tiba di Banjarmasin, ia kemudian menjalani pemeriksaan terkait kecelakaan kapal tersebut.

Salah satu hal yang perlu didalami ialah proses evakuasi ketika kapal mulai terbalik. Informasi dari Rinto, yang diperoleh berdasarkan keterangan pihak lain, menyebut nakhoda dan kru sempat menurunkan sekoci.

Namun, informasi tersebut masih perlu diverifikasi. Belum dapat dipastikan bagaimana urutan evakuasi berlangsung, kapan nakhoda meninggalkan kapal, serta siapa saja yang lebih dahulu berada di dalam sekoci.

Karenanya, belum tepat menyimpulkan bahwa nakhoda meninggalkan kapal lebih dulu atau melanggar kewajibannya.

Hal tersebut menjadi bagian dari fakta yang perlu diungkap melalui pemeriksaan nakhoda, kru, korban selamat, serta data teknis pelayaran.

Pemerintah juga masih menunggu proses investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab dan rangkaian kejadian secara menyeluruh.

Kilas Balik KM Virgo Transport 8

KM Virgo Transport 8 bertolak dari Pelabuhan Surabaya, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 06.52 WIB.

Kapal membawa 243 orang, terdiri dari 213 penumpang dan 30 awak kapal.

Dalam perjalanan, kapal menghadapi cuaca buruk dan gelombang tinggi di Laut Jawa. Pada Minggu (13/9/2026), kapal dilaporkan mengalami masalah hingga akhirnya terbalik.

Laporan Reuters menyebut kapal mulai miring ketika dihantam gelombang sekitar tiga hingga empat meter. Dalam waktu kurang dari 10 menit, kapal kemudian terbalik.

Basarnas menerima laporan hilang kontak dan mengerahkan personel serta sejumlah kapal dan helikopter untuk melakukan pencarian. Hingga Selasa (15/9/2026) malam, enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 129 orang masih dalam pencarian.

Operasi pencarian dan evakuasi terus dilakukan di tengah kondisi laut yang menyulitkan tim SAR. Pemerintah masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk kondisi kapal, cuaca, serta proses evakuasi saat kapal mulai terbalik.

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini