24.1 C
Banjarmasin
Minggu, September 20, 2026

Wasaka Rangers, Komik Aksi Sejarah Islam Banjar Hadirkan Pahlawan Lokal sebagai Superhero Masa Depan

Artikel Menarik

BANJARMASIN, Sapalah.com — Sejarah perjuangan dan kepahlawanan Tanah Banjar dikemas dalam format yang berbeda melalui kehadiran Wasaka Rangers, sebuah komik aksi histori-futuristik yang menghadirkan tokoh-tokoh pahlawan Banjar sebagai superhero.

Mengambil latar Banjar City tahun 2040, komik ini membawa pembaca ke sebuah kota metropolitan yang digambarkan telah mencapai kemajuan teknologi dan kemakmuran. Namun, di balik kemegahan tersebut, kekacauan terjadi setelah serangan teroris meluluhlantakkan kota.

Wali Kota Hamid yang selamat dari upaya pembunuhan kemudian bersama Tuan Guru Jamal menuju sebuah laboratorium rahasia. Di tempat tersebut, mereka mengaktifkan teknologi teleportase untuk memanggil kembali empat pejuang legendaris Tanah Banjar: Sultan Suriansyah, Pangeran Antasari, Demang Lehman, dan Putri Zaleha.

Keempat tokoh tersebut kemudian dibawa ke masa depan, dilengkapi armor berteknologi canggih, dan dibentuk menjadi sebuah brigade superhero bernama WASAKA RANGERS.

Dari premis tersebut, pembaca tidak hanya diajak mengikuti pertarungan para superhero, tetapi juga menelusuri kisah perjuangan dan sejarah masing-masing tokoh. Dengan demikian, sejarah Banjar ditempatkan sebagai bagian penting dari cerita, bukan sekadar latar belakang.

Nama WASAKA sendiri diambil dari semboyan masyarakat Banjar, Waja Sampai Kaputing, yang mengandung semangat untuk berjuang dengan sungguh-sungguh hingga mencapai tujuan dan akhir perjuangan.

Komik ini digagas sebagai upaya menghadirkan kembali sejarah Banjar dalam bahasa yang lebih dekat dengan generasi muda. Para penggagas melihat adanya tantangan dalam memperkenalkan sejarah lokal kepada generasi yang tumbuh di tengah arus budaya populer global dan perkembangan media digital.

Dokter spesialis jantung sekaligus salah satu penulis dan kreator Wasaka Rangers, dr. H. Fauzan Muttaqien, Sp.JP, mengatakan bahwa gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan untuk menjembatani sejarah lokal dengan cara konsumsi informasi generasi muda saat ini.

“Di tengah arus modernisasi dan gempuran budaya populer global, generasi muda di Kalimantan Selatan berada dalam krisis identitas sejarah. Berbagai riset akademis merekam bahwa pemahaman remaja terhadap Sejarah Banjar mayoritas masih berada di tingkat permukaan,” ujarnya.

Menurut Fauzan, kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang bagi industri kreatif untuk menghidupkan kembali sejarah lokal melalui medium yang lebih visual dan menarik.

“Narasi Sejarah Banjar perlu ditransformasikan ke dalam format bahasa zaman mereka: komik, animasi, dan film. Melalui kekuatan penceritaan visual yang kuat, karakter pahlawan dan dinamika peristiwa sejarah Banjar dapat dihidupkan kembali secara modern, estetik, dan emosional, tanpa mengurangi keakuratan fakta sejarahnya,” katanya.

Ia menyebut pendekatan yang digunakan Wasaka Rangers sebagai konsep histori-futuristik, yakni mempertemukan sejarah Banjar dengan imajinasi masa depan.

“Untuk itulah, kami berupaya menyajikan sejarah Banjar dalam sebuah sajian yang jauh lebih menarik, dengan konsep histori-futuristik, dimana sejarah Banjar diterjemahkan dalam platform yang futuristik lewat media audio visual yang kreatif,” jelasnya.

Gerakan tersebut kemudian diberi nama WASAKA RANGERS, dengan tagline “BARATAAN KAWA JADI HERO”. Tagline ini membawa pesan bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya milik tokoh-tokoh masa lalu, tetapi dapat diwujudkan oleh generasi muda melalui bidang dan kontribusinya masing-masing.

Komik Wasaka Rangers ditulis oleh tiga penulis, yakni dr. H. Fauzan Muttaqien, Sp.JP, Abi Syarbaini yang juga merupakan Pemimpin Pondok Pesantren PADI, serta Nicko Pandawa, seorang sejarawan. Sementara pengerjaan ilustrasi dilakukan oleh Grup Kancil Studio bersama komikus nasional.

Karya ini dikembangkan sebagai komik full colour dengan pendekatan profesional dan bukan menggunakan kecerdasan buatan sebagai pengganti proses kreatif komikus. Selain menghadirkan kisah kepahlawanan, Wasaka Rangers juga menampilkan gambaran Banjar City pada tahun 2040 dengan nuansa kota modern dan futuristik.

Komik Wasaka Rangers bisa dipesan melalui www.wasakarangers.com

Latar pesantren yang menjadi bagian dari cerita juga menjadi salah satu identitas yang ingin diangkat. Pesan yang dibangun adalah bahwa pesantren dapat menjadi ruang lahirnya generasi yang memiliki kekuatan intelektual, nilai keagamaan, semangat kepahlawanan, sekaligus kemampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Wasaka Rangers direncanakan hadir dalam empat jilid utama, yang nantinya akan dilengkapi sejumlah komik spin-off untuk mengupas lebih jauh perjuangan dan latar belakang para tokoh.

Menurut Abi Syarbaini, komik merupakan salah satu bagian dari strategi yang lebih besar untuk membawa sejarah Islam Banjar masuk ke ruang-ruang yang dekat dengan generasi muda.

“Program yang kami jalankan menyesuaikan dengan apa yang digandrungi oleh generasi muda. Literasi yang ditampilkan adalah komik yang digarap profesional, disamping berbagai konten literasi di berbagai platform media sosial,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pengembangan Wasaka Rangers tidak berhenti pada komik. Ke depan, tim kreatif menargetkan produksi film animasi profesional hingga film live action yang mengangkat kisah para pahlawan Banjar.

“Di samping itu, kami berupaya masuk ke platform generasi muda lewat program-program yang menarik bagi mereka, masuk ke komunitas-komunitas positif untuk mewarnai mereka dengan nilai-nilai sejarah Islam Banjar,” ujarnya.

Upaya tersebut juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari influencer Banua, pengusaha muda, sekolah dan pesantren, hingga ulama dan umara. Menurut Abi, pengembangan Wasaka Rangers juga telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Banjarmasin dan Kesultanan Banjar untuk menyukseskan rangkaian peluncurannya.

Kehadiran Wasaka Rangers mendapat respons positif dari sejumlah tokoh Banua. Ibnu Sina, Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Kalimantan Selatan, berharap komik tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan literasi sejarah masyarakat.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi kado 500 tahun Banjarmasin. Panjang kisah lima abad ini. Semoga ini bisa jadi bahan bacaan dan meningkatkan literasi tentang pahlawan-pahlawan kita,” katanya.

Dukungan juga disampaikan Sultan Banjar Khairul Saleh. Ia menilai Tanah Banjar memiliki banyak tokoh perjuangan yang layak dikenal generasi muda.

“Tanah Banjar memiliki para pahlawan hebat. InsyaAllah komik Wasaka Rangers berhasil membawa para pahlawan Banjar menjadi superhero yang digemari para remaja.”

Sementara itu, ulama Kalimantan Selatan Ustaz Riza Rahman berharap karya tersebut dapat menumbuhkan kembali semangat kepahlawanan di kalangan anak muda.

“Semangat anak muda hari ini mesti ditingkatkan, bahkan kalau bisa dipelajari dari semangat para pahlawan kita dulu. Buku Komik Wasaka Rangers ini insyaAllah bisa mendatangkan manfaat yang kita harapkan,” tuturnya.

Apresiasi lain datang dari Dr. Machli Riyadi, SH., MH., tokoh publik Banjarmasin. Setelah membaca komik tersebut, ia mengaku mendapatkan pengalaman yang berbeda dalam memahami sejarah Banjar.

“Buku komik ini adalah langkah nyata dan cerdas dalam menyajikan sebuah cerita sejarah Banjar. Setelah saya baca, ini benar-benar di luar ekspektasi saya. Saya justru lebih banyak tahu sejarah Banjar dari buku yang berbentuk komik ini,” katanya.

Dua Tahap Peluncuran

Wasaka Rangers akan diperkenalkan kepada publik melalui dua agenda utama.

Soft launching mengangkat tema “The Rise of Suryanullah” dan dijadwalkan berlangsung di Gedung Indoor Taman Budaya Banjarmasin pada 10 Oktober 2026. Rangkaian acara akan diisi dengan bedah buku, peluncuran remake lagu Sultan Suriansyah, stand-up comedy, penampilan Madihin, serta sejumlah kegiatan lainnya.

Selanjutnya, Grand Launching Wasaka Rangers rencananya akan digelar dengan tema “From Iqro to Hero” di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin pada 7 November 2026. Acara tersebut akan menghadirkan berbagai bintang tamu, talkshow inspiratif, musik akustik, dan berbagai hiburan lainnya.

Melalui Wasaka Rangers, para penggagas berharap sejarah tidak lagi hanya hadir sebagai materi pelajaran yang harus dihafalkan, tetapi menjadi cerita yang dapat dikagumi, diidolakan, dan menginspirasi.

Sebab, bagi Wasaka Rangers, pahlawan tidak harus selalu berasal dari dunia fiksi. Tanah Banjar sendiri memiliki sejarah panjang dan tokoh-tokoh nyata yang layak dikenalkan sebagai hero kepada generasi masa kini.

[akb – rilis]

 

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini