37.1 C
Banjarmasin
Minggu, September 20, 2026

Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir Tahun 2026

Artikel Menarik

Jakarta, Sapalah.com – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun ini. Kebijakan subsidi BBM telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers mengenai kebijakan harga BBM bersubsidi dan transportasi udara di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Purbaya mengatakan, kebijakan subsidi BBM telah dihitung secara matang dengan mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dunia yang mencapai 100 dolar AS per barel hingga akhir tahun ini.

Berdasarkan perhitungan tersebut, defisit APBN tetap terjaga di kisaran 2,9 persen.

”Subsidi BBM akan terus diadakan sampai akhir tahun dan harga BBM bersubsidi tidak akan naik. Anggaran kita cukup,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memiliki bantalan fiskal berupa sisa anggaran lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun yang dapat digunakan jika terjadi tekanan yang lebih besar, seperti lonjakan harga minyak yang tidak terkendali.

Namun, pemerintah menilai kemungkinan harga minyak bertahan tinggi dalam jangka panjang relatif kecil.

Baca juga: Harga Avtur Naik, Pemerintah Jaga Kenaikan Harga Tiket Pesawat 9-13 Persen

Untuk itu, Purbaya meminta masyarakat tidak terpengaruh spekulasi mengenai kondisi keuangan negara. Ia menegaskan bahwa kapasitas fiskal pemerintah masih memadai untuk mendukung berbagai kebijakan yang telah ditetapkan.

”Masyarakat enggak usah khawatir, uang kita cukup. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya dan kami sudah hitung cukup,” katanya.

Purbaya juga menjelaskan, peningkatan defisit APBN pada awal tahun merupakan konsekuensi dari strategi percepatan belanja pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi lebih merata, tidak menumpuk di akhir tahun seperti pola sebelumnya.

”Saya ingin menciptakan belanja pemerintah hampir merata pertumbuhannya sepanjang tahun. Jadi defisit yang besar itu adalah konsekuensi logis dari kebijakan kita,” ujarnya.

Kinerja membaik

Menurut Purbaya, kinerja APBN 2025 telah menunjukkan perbaikan. Defisit berpotensi lebih rendah dari target awal 2,91 persen menjadi sekitar 2,8 persen.

”Kondisi anggaran kita tidak seburuk yang kita duga sebelumnya. Dan yang paling penting adalah dengan defisit yang masih terjaga pada waktu itu, kita bisa menciptakan pembalikan arah ekonomi,” tuturnya.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik Per 1 April 2026

Kondisi tersebut dinilai berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,39 persen pada triwulan IV-2025 dan berpotensi meningkat hingga di atas 5,5 persen.

”Kalau ekonominya bagus, pendapatan bagus, nanti uang yang saya bagi ke Kementerian/Lembaga juga lebih konsisten, bisa lebih banyak sedikit, harusnya ekonomi kita akan membaik terus ke depan,” kata Purbaya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah tetap berkomitmen menyediakan energi bagi masyarakat di tengah tekanan krisis energi global yang masih berlangsung. Hal ini dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, yang memerintahkan agar pemerintah selalu mengambil kebijakan yang pro-rakyat.

”Berbagai langkah strategis telah diambil untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga, sekaligus menjaga keterjangkauan harga energi,” ujar Bahlil. (*/SM)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
- Advertisement -spot_img

Berita Terkini