32.1 C
Banjarmasin
Senin, September 21, 2026

PUPR Kalsel Pastikan IPA Mekarsari Siap Beroperasi pada 2027, Dewan Minta Manfaatnya Benar-benar Dirasakan Warga

Artikel Menarik

MARABAHAN, Sapalah.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Komisi III DPRD Kalsel meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mekarsari di Desa Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, Jumat (17/7/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan fasilitas penyediaan air bersih yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha mengatakan, pembangunan IPA Mekarsari merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam memperluas layanan air bersih bagi masyarakat.

Selain itu, dukungan dari DPRD Kalsel juga menjadi salah satu faktor yang mendorong pembangunan infrastruktur tersebut dapat terlaksana melalui pendanaan APBN.

“Sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat sangat penting agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi sekaligus mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kalsel,” ujarnya.

Target Beroperasi pada 2027

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Achmad Maulana mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan terhadap proyek strategis IPA Mekarsari di Kabupaten Barito Kuala.

Ia menjelaskan, pembangunan IPA Mekarsari dimulai pada 2024. Pekerjaan fisik kemudian dilanjutkan pada 2025 menggunakan anggaran APBN, sementara pada 2026 Pemerintah Provinsi Kalsel melengkapi kawasan instalasi dengan pembangunan paving block.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, instalasi tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan mampu melayani sekitar 4.000 sambungan rumah.

Namun, Achmad mengingatkan bahwa keberadaan instalasi pengolahan air saja belum cukup. Jaringan perpipaan menuju rumah-rumah warga juga harus dipersiapkan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai instalasinya sudah siap, tetapi jaringan distribusinya belum tersedia. Koordinasi antara BPAM Banjarbakula dan PDAM Barito Kuala harus diperkuat agar layanan air bersih bisa segera dinikmati warga,” katanya.

Investasi Lebih dari Rp80 Miliar

Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Rosehan NB, menjelaskan pembangunan IPA Mekarsari merupakan hasil sinergi tiga pihak, yakni Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Pemerintah Provinsi Kalsel, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menyediakan lahan seluas sekitar 1,3 hektare, sementara pembangunan fisik didanai pemerintah pusat melalui DAK sebesar sekitar Rp45 miliar pada 2024 dan Rp38 miliar pada 2025.

Adapun Pemerintah Provinsi Kalsel menganggarkan sekitar Rp400 juta pada 2026 untuk penyelesaian kawasan melalui pemasangan paving block.

Rosehan berharap fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat, khususnya di wilayah Tamban, Mekarsari, dan Tabunganen.

Ia juga meminta pemerintah daerah menyiapkan sambungan rumah agar distribusi air bersih dapat segera menjangkau warga.

“Kami berharap fasilitas yang sudah dibangun ini bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Dukungan pemerintah daerah untuk penyediaan sambungan rumah juga sangat penting agar layanan air bersih benar-benar dirasakan warga,” ujarnya.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Permukiman dan Air Minum Angga Rinaldi Rizal, dan Kepala BPAM Banjarbakula Siddiq Wahyu Pamungkas. (RR)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Berita Terkini