27 C
Banjarmasin
Kamis, November 5, 2026

Perkuat Kompetensi Petani, Kalsel Gelar Sekolah Lapang Drone Alsintan

Artikel Menarik

BANJAR, Sapalah.com – Balai Pengelolaan Sarana dan Prasarana Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kapasitas petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern melalui Sekolah Lapang Pelatihan Praktis Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Tahun 2026.

Pelatihan sekolah lapang diadakan di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (29/10/2026). Pelatihan kali ini difokuskan pada praktik pengoperasian drone pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman mengatakan, modernisasi pertanian menjadi kebutuhan untuk menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan.

Pemanfaatan teknologi dinilai penting mengingat sebagian petani sudah berusia lanjut, sementara regenerasi petani muda masih perlu terus didorong.

“Petani kita sudah banyak yang berumur, sementara petani milenial masih lambat bertambah. Karena itu, kita harus beralih ke teknologi. Tidak mungkin mengandalkan tenaga manusia saja untuk mengelola lahan yang luas,” ujarnya.

Syamsir menegaskan, pelatihan pengoperasian drone harus diikuti praktik berkelanjutan agar petani benar-benar menguasai teknologi tersebut.

“Pelatihan tidak cukup dilakukan satu kali, tetapi perlu diulang dan dikembangkan sehingga keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten di lapangan,” katanya.

Baca juga: DPRD Banjarmasin Mengajukan Empat Rapeda Inisiatif, Ada Perlindungan Petani hingga Olahraga

Ia juga mendorong agar bantuan alsintan dari pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani. Selain drone, dukungan pemerintah pusat berupa mesin combine harvester, pompa air, dan peralatan pertanian lain diharapkan memperkuat mekanisasi serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kalsel.

Kepala BPSPTPH Kalsel Wahdah mengatakan, sekolah lapang tersebut menjadi sarana bagi petani, khususnya Brigade Pangan, untuk meningkatkan kemampuan teknis dalam mengoperasikan drone pertanian.

“Teknologi ini dapat digunakan untuk pemetaan lahan, penyemprotan, hingga pemetaan titik penanaman benih,” katanya.

Pelatihan sekolah lapang diadakan di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (29/10/2026). Foto: MC Kalsel
Dilaksanakan di tiga kabupaten

Menurut Wahdah, sekolah lapang alsintan tahun ini dilaksanakan di tiga kabupaten, yakni Tanah Laut, Barito Kuala, dan Banjar. Keterbatasan anggaran membuat kegiatan belum dapat menjangkau seluruh kabupaten di Kalsel.

“Kami berharap ke depan kegiatan sekolah lapang ini bisa dilaksanakan di lebih banyak kabupaten. Dukungan anggaran sangat diperlukan agar semakin banyak petani mendapatkan pelatihan dan mampu menguasai teknologi pertanian,” ujarnya.

Baca juga: Pemulihan Lahan Pertanian Pascabanjir di Kalsel Dilakukan Bertahap

Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan keterampilan petani dalam memanfaatkan teknologi modern sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian.

“Perluasan pelatihan dan pemanfaatan alsintan diharapkan dapat mempercepat mekanisasi pertanian, meningkatkan efisiensi kerja, serta mendukung ketahanan pangan daerah,” katanya. (*/HI)

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img

Berita Terkini